Jumat, 31 Agustus 2012

contoh artikel kewirausahaan



A.                         JUDUL      : PEMANFAATAN SUSU SAPI PERAH SEBAGAI
                                      BAHAN DASAR PEMBUATAN TAHU YANG
                                      BERGIZI TINGGI

B.    Latarbelakang Masalah
Air susu merupakan bahan makanan utama bagi makhluk yang baru lahir,baik bagi hewan maupun manusia. Sebagai bahan makanan/minuman air susu sapi mempunyai nilai gizi yang tinggi, karena mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh seperti Calsium, Phosphor, Vitamin A, Vitamin B dan Riboflavin yang tinggi. Komposisinya yang mudah dicerna dengan kandungan protein, mineral dan vitamin yang tinggi, menjadikan susu sebagai sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat diatur kadar lemaknya, sehingga dapat memenuhi keinginan dan selera konsumen. Air susu termasuk jenis bahan pangan hewani, berupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diperoleh dengan cara pemerahan (Hadiwiyoto, S., 1983).
Air susu merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena kelezatan dan komposisinya yang ideal selain air susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan yang terkandung didalam air susu dapat diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akan tetapi didalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang meminum air susu yang belum diolah. Hal ini disebabkan karena tidak terbiasa mencium aroma susu segar (mentah), atau sama sekali tidak suka.
Dengan adanya metode pengolahan susu menjadi bahan makanan, maka hal tersebut diatas dapat diatasi, sehingga air susu mempunyai rasa yang  enak dan disukai orang. Air susu yang banyak menyebar dan dikenal dipasaran adalah air susu sapi.Pada saat ini di Sumatera Utara susu dihasilkan di Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Binjai dan Medan. Untuk pulau Jawa, susu dihasilkan dan diproses antara lain di daerah Jawa Barat yaitu Lembang dan ujung berung, Jawa Tengah yaitu di Semarang, Ungaran dan Boyolali serta di Jawa Timur yaitu di Pujon, Nongko jajar, Batu, Grati dan di Probolinggo yang merupakan daerah tempat kami membuka proses pembuatan tahu dari susu sapi perah karena pemanfaatan susu sapi di Indonesia baru terbatas sebagai penghasil susu  segar sehingga  perlu diterapkan metode pengolahan alternatif  yang dapat merubah susu sapi  menjadi hasil olahan yang lebih disukai masyarakat.
Pengolahan air susu sapi dimaksudkan untuk mendiversifikasikan air susu sapi menjadi bahan makanan dalam berbagai bentuk. Selain itu untuk menghindari agar air susu sapi tidak menjadi mubazir atau terbuang percuma. Sebagaimana kita ketahui bahwa air susu sapi murni hanya mampu bertahan dalam waktu kurang dari 24 jam. Lewat dari batas waktu tersebut kalau tidak bisa memanfaatkannya, maka air susu akan terbuang percuma dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit nilainya.
Diversifikasi air susu sapi ini bisa dikelola secara home industri maupun secara besar-besaran, dan sudah barang tentu untuk kedua ini diperlukan peralatan yang serba praktis dan modern, agar diperoleh hasil yang maksimal. Tetapi kalau untuk keperluan keluarga kecil cukup dengan alat sederhana yang alat-alatnya bisa diperoleh dari sekeliling kita dengan harga murah, seperti diperlukan es batu dan beberapa kotak dari aluminium yang berfungsi sebagai tempatnya. Selain air susu sebagai bahan makanan sangat penting artinya bagi manusia dan ternak, air susu juga merupakan media dari penyebaran penyakit zoonosis, yaitu penyakit primer manusia dan penyakit primer hewan yang penyebarannya dapat secara timbal balik. Oleh karena itu, pemeriksaan kualitas air susu sebelum dimanfaatkan atau sebelum pengolahan sangat perlu untuk kesehatan konsumen.
Dari situlah kami mengambil PKM bidang Kewirausahaan yang nantinya diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada konsumen. Adapun usaha yang akan kami jalankan adalah ”Tahu dari Susu Sapi ”. Tidak bisa kita pungkiri, bahwa tahu sangat digemari masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa karena merupakan salah satu lauk pauk wajib dalam masyarakat kita. Tahu merupakan hasil koagulasi atau penggumpalan dan pengendapan protein susu . Selain mengandung protein susu, dalam endapan tersebut terdapat juga lemak, karbohidrat, dan zat -zat gizi lain. Tahu dikenal masyarakat sebagai makanan sehari-hari yang umumnya sangat digemari serta mempunyai daya cerna yang tinggi. Keuntungan lain pada pembuatan tahu adalah berkurangnya senyawa anti tripsin (tripsin inhibitor) yang terbuang bersama susu  dan rusak selama pemanasan. Disamping itu, adanya proses pemanasan juga dapat menghilangkan bau langu susu sapi perah.

C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
Bagaimanakah mendirikan dan mengembangan produksi tahu yang bergizi tinggi dengan susu sapi perah sebagai bahan dasar pembuatannya.

D.   Tujuan Program
Tujuan yang akan dicapai adalah mendirikan dan mengembangkan usaha tahu yang bergizi tinggi dari susu sapi sehingga dapat di kenal dan diminati oleh kalangan masyarakat , sehingga nantinya akan menjadi makanan favorit masyarakat.

E.    Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan adalah barang komersial berupa tahu yang bergizi tinggi yang  di olah dari susu sapi perah.

F. Kegunaan Program
Melalui program kewirausahaan ini, diharapkan program ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya untuk dapat menciptakan usaha baru khususnya dalam bidang  makanan yang bergizi tinggi dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu akan tumbuh suatu perekonomian masyarakat yang lebih baik.

G.   Gambaran Umum Rencana Usaha
Lingkungan tempat rencana usaha merupakan komplek perkampungan penduduk yang padat sehingga mempermudah proses penyaluran produk pada konsumen. Tempat rencana usaha ini berada di daerah Krucil  yang merupakan pusat penghasil susu sapi perah disalah satu kecamatan di kabupaten Probolinggo yang kami salurkan melalui sistem konsinyasi pada beberapa pedagang sayuran baik warung maupun pedagang sayur keliling sehingga dapat mempercepat proses pengenalan dan pengembangan usaha, karena tersebarnya produk secara luas.
Tahu dari susu sapi ini  merupakan usaha yang sangat potensial karena tahu dari susu sapi ini  mempunyai kelebihan dan keunikan tersendiri. Belum ada di lingkungan masyarakat yang memanfatkan pembuatan tahu dari susu sapi perah, kkarena selama ini kita hanya mengenal tahu yang terbuat dari susus kedelai. Selain itu nilai gizi dari tahu ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan tahu yang terbuat dari kedelai yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.
Untuk diversivikasi produk kami memberikan beberapa pillihan produk pada konsumen, yaitu :
1.      Tahu Putih
2.      Tahu Kuning
3.      Tahu Godong ( Tahu yang dibungkus oleh daun pisang) 

Gambar 2. Contoh  Tahu dari susu sapi
 

a.      Harga Jual
Harga tahu untuk tiap potongnya ditetapkan sebesar Rp.1.000,-untuk  tahu putih,  Rp.1.500,- untuk  tahu kuning dan Rp.2.000,- untuk tahu Godong. Harga tersebut dibawah rata-rata harga pasar tahu biasa yang terbuat dari kedelai.
b.      Hasil Penjualan
Hasil penjualan tahu tiap harinya :
1.      Tahu Putih             =  250 potong
2.      Tahu kuning          =  150 potong
3.      Tahu Putih             =  100 potong
Tiap minggu beroperasi selama 5 hari (senin s.d. jumat)
Hasil penjualan tiap minggu805416
1. Tahu Putih                           = Rp.1.000,- x 200 x 5 = Rp.1.000.000,-
2. Tahu Kuning                       = Rp.1.500,- x 150 x 5 = Rp.1.125.000,-
3. Tahu Godong                      = Rp.2.000,- x 100 x 5 = Rp.1.000.000,-+
             Total Jurnal                                                    =  Rp.3.125.000,-

c.       Keuntungan
1.      Keuntungan bulan pertama
Pada bulan pertama hanya beroperasi 2 minggu karena pada awal bulan dipakai untuk persiapan. Untuk teknis peralatan perbulan adalah Rp.3.277.000: 12 = Rp.273.084,-
Keuntungan = Hasil penjualan – (pembelian bahan + upah kerja +  
                        beban pengangkutan + penyusutan + sewa tempat)
= Rp.6.250.000,- ( Rp.4.171.500 + Rp.300.000,- + Rp.700.000,- + Rp.273.084,- + Rp.500.000,-)
= Rp.6.250.000,- Rp.5.944.584,-
= Rp.305.416,-
Keterangan: Untuk gaji karyawan dibayar setengah dari gaji tiap bulan karena masa kerja hanya setengah bulan.
2.      Keuntungan bulan berikutnya
Keuntungan = Hasil penjualan – (pembelian bahan + upah kerja +
                       beban pengangkutan + penyusutan + sewa tempat)
= Rp.12.500.000,- ( Rp.8.343.000,- + Rp.600.000,- + Rp.700.000,- + Rp.273.084,- + Rp.500.000,-)
= Rp.12.500.000,- Rp.10.416.084,-
= Rp.2.083.916,-




Keuntungan 1 tahun = keuntungan bulan pertama + keuntugan sebelas bulan
       terakhir
= Rp.305.416,- + (11 Rp.2.083.916,-)
= Rp.305.416,- + Rp.22.923.076,-
= Rp.23.228.492,-
Jadi keuntungan selama 1 tahun adalah  Rp.23.228.492,-
H. METODE
PELAKSANAAN PROGRAM
1.     Media promosi
a.       Pamflet
o   Ditempel di pinggir jalan dan di setiap warung-warung sayuran serta beberapa tempat perbelanjaan.
o        Dibagikan ke masyarakat sekitar.
b.      Manusia
Menggunakan teknik word of mouth (mulut ke mulut), pemberitahuan dari rekan ke rekan  yang lain mengenai usaha tahu ini.














2. Proses Produksi
TABEL 1
CARA PEMBUATAN TAHU
JENIS MASAKAN
CARA PEMBUATAN
Tahu Putih :
·        susu
·  Gula
·  Air
·  Bahan Penstabil
CMC (carboxy methyl cellulose).
·  Essence
·  Garam
·  sodium Bikarbonat
·  Asam Asetat
·  Batu Tahu





Buat Tahu putih : pilihlah susu yang masih segar, kemudian saring untuk menghilangkan kotorannya masukan gula, bahan penstabil, Essence dan garam. Gumpalkan pada suhu 70 – 750C  kemudian taburkan asam asetat dan batu tahu dibagian permukaan susu  secara merata sedikit demi sedikit. Diamkan beberapa saat sampai bagian atas menjadi jernih. Buang bagian jernihnya dengan perlahan-lahan. Gumpalan jangan sampai teraduk. Tambahkan Air panas 90 – 1000 C Buang whey yang terpisah, cetak gumpalan tahu dalam cetakan kayu atau plastik yang sudah dialasi kain saring. Tutup bagian atasnya dengan kain saring. Beri beban pada bagian atas atau bisa juga tanpa beban. Pencetakan dihentikan setelah Gumpalan protein menyatu. Tahu dipotong-potong.Rendam dalam air dingin.
Buat Tahu kuning : pilihlah susu yang masih segar, kemudian saring untuk menghilangkan kotorannya masukan gula, bahan penstabil, Essence, beri pewarna, penyedap rasan kunyit yang sudah dihaluskan dan garam secukupnya aduk rata. Gumpalkan pada suhu 70 – 750C  kemudian taburkan asam asetat dan batu tahu dibagian permukaan susu  secara merata sedikit demi sedikit. Diamkan beberapa saat sampai bagian atas menjadi jernih. Buang bagian jernihnya dengan perlahan-lahan. Gumpalan jangan sampai teraduk. Tambahkan Air panas 70 – 80 0C Buang whey yang terpisah, cetak gumpalan tahu dalam cetakan kayu atau plastik yang sudah dialasi kain saring. Tutup bagian atasnya dengan kain saring. Beri beban pada bagian atas atau bisa juga tanpa beban. Pencetakan dihentikan setelah Gumpalan protein menyatu. Tahu dipotong-potong.Rendam dalam air dingin.



Tahu Kuning :
·        susu
·  Gula
·  Air
·  Bahan Penstabil
CMC (carboxy methyl cellulose).
·  Essence
·  Garam
·  sodium Bikarbonat
·  Asam Asetat
·  Batu Tahu
·  Kunyit
·  Pewarna
·  Penyedap rasa


 Tahu Godong :
·        susu
·  Gula
·  Air
·  Bahan Penstabil
CMC (carboxy methyl cellulose).
·  Essence
·  Garam
·  sodium Bikarbonat
·  Asam Asetat
·  Batu Tahu

Buat Tahu godong : pilihlah susu yang masih segar, kemudian saring untuk menghilangkan kotorannya masukan gula, bahan penstabil, Essence dan garam. Gumpalkan pada suhu 70 – 750 C  kemudian taburkan asam asetat dan batu tahu dibagian permukaan susu  secara merata sedikit demi sedikit. Diamkan beberapa saat sampai bagian atas menjadi jernih. Buang bagian jernihnya dengan perlahan-lahan. Gumpalan jangan sampai teraduk. Tambahkan Air panas 70 – 80 0C Buang whey yang terpisah, cetak gumpalan tahu dalam cetakan kayu atau plastik yang sudah dialasi daun godong dan kain saring. Tutup bagian atasnya dengan kain godong di ikuti dengan kain saring. Beri beban pada bagian atas atau bisa juga tanpa beban. Pencetakan dihentikan setelah Gumpalan protein menyatu. Tahu di ambil  dengan pembungkusnya dan rendam dalam air dingin.

3. Strategi Produksi
a.       Menyediakan layanan antar untuk pemesanan dari masyarakat sekitar.
b.      Memberikan potongan harga untuk pembelian banyak
c.       Harga rendah. Strategi ini bukan berarti kami mengurangi margin laba tetapi kami menyesuaikan dengan harga pasar agar bisa bersaing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar